Investor Asing Lego Saham Rp6,17 Triliun pada 2024

Investor Asing Lego Saham Rp6,17 Triliun pada 2024

Investor Asing Lego Saham Rp6,17 Triliun pada 2024, Kapan Mereda?

Investor Asing Lego Saham Rp6,17 Triliun pada 2024 Investor asing mencatatkan net sell atau aksi jual sebesar Rp6,17 triliun. Sejak awal tahun hingga saat ini Lalu, kapan aksi jual ini akan mereda?

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan sejauh ini investor asing terus keluar dari pasar modal Indonesia yang di akibatkan oleh tingginya tensi yang ada saat ini. Tensi tersebut khususnya datang dari sisi inflasi dan potensi penurunan tingkat suku bunga The Fed yang masih maju dan mundur.

“Apalagi menilik risalah yang kemarin, menunjukkan ada ruang bagi The Fed untuk menaikkan tingkat suku bunga mereka,” ujar Nico kepada Bisnis, di kutip Minggu (2/6/2024).

Dia melanjutkan, hal tersebut menambah kekhawatiran bagi pelaku pasar dan investor jika tingkat suku bunga akan jauh lebih tinggi dan lebih lama dari sebelumnya.

Dia melanjutkan, hal tersebut menambah kekhawatiran bagi pelaku pasar dan investor. Jika tingkat suku bunga akan jauh lebih tinggi dan lebih lama dari sebelumnya.

Selain itu, kata dia, tensi geopolitik juga selalu mencuri perhatian karena tekanan seperti apapun akan mengakibatkan tekanan bagi pasar.

Nico melanjutkan investor asing akan selalu keluar apabila situasi dan kondisi mengenai inflasi dan tingkat suku bunga tak kunjung membaik.

“Selama belum ada perubahan, maka capital outflow masih berpotensi untuk terjadi, dan di butuhkan alasan untuk bisa masuk kembali,” tuturnya.

Adapun mengenai sektor-sektor saham yang dapat di cermati saat investor asing keluar. Nico melihat sektor perbankan mencuri perhatian karena investor asing terus keluar. Menurutnya, sektor perbankan secara fundamental masih menarik karena potensi valuasi di masa yang akan datang masih sangat tinggi.

“Oleh sebab itu penurunan harga perbankan hanya akan membuat valuasinya semakin menarik,” ucap Nico..

Penyebab Investor Asing Menjual Saham

Ada beberapa faktor yang dapat menjelaskan mengapa investor asing memutuskan untuk menarik modalnya dari pasar saham Indonesia. Faktor-faktor tersebut antara lain:

Baca juga: Teknologi DSP (Digital Signal Processing)

  1. Kondisi Ekonomi Global yang Tidak Stabil: Ketidakpastian ekonomi global, seperti kenaikan suku bunga oleh bank sentral di berbagai negara dan ketegangan geopolitik, sering kali membuat investor asing lebih memilih untuk ‘flight to safety’, yaitu mengalihkan investasinya ke instrumen yang dianggap lebih aman seperti obligasi pemerintah AS.
  2. Fluktuasi Nilai Tukar: Pelemahan rupiah terhadap dolar AS juga berpengaruh terhadap keputusan investor asing untuk melakukan divestasi. Ketika nilai tukar menunjukkan volatilitas tinggi, investor cenderung mengurangi eksposur mereka di pasar yang di anggap berisiko, seperti Indonesia.
  3. Dinamika Pasar Domestik: Faktor internal seperti perubahan kebijakan fiskal dan moneter yang di lakukan oleh pemerintah Indonesia atau Bank Indonesia juga dapat mempengaruhi keputusan investasi. Misalnya, jika investor merasa kebijakan baru kurang menguntungkan, mereka mungkin memilih untuk menarik investasinya.

Proyeksi dan Harapan Pemulihan

Meskipun terjadi aksi jual yang besar, banyak analis masih optimis bahwa pasar saham Indonesia akan pulih. Berikut beberapa alasan yang mendukung optimisme tersebut:

  1. Penguatan Ekonomi Makro Indonesia: Pemerintah Indonesia terus berupaya memperkuat fondasi ekonomi melalui berbagai reformasi struktural. Ini termasuk perbaikan dalam iklim investasi dan peningkatan infrastruktur, yang akan menarik lebih banyak investasi asing kembali ke Indonesia.
  2. Potensi Pertumbuhan yang Tinggi: Indonesia masih memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi di bandingkan dengan negara-negara lain di kawasan. Hal ini bisa menjadi daya tarik bagi investor asing untuk kembali berinvestasi setelah kondisi stabil.
  3. Di versifikasi Pasar: Dengan semakin berkembangnya sektor-sektor baru seperti digital ekonomi dan energi terbarukan di Indonesia, peluang untuk investasi juga semakin beragam. Di versifikasi ini dapat mengurangi risiko dan menarik minat investor asing.

Strategi untuk Mempertahankan Investor Asing

Untuk mengatasi aksi jual oleh investor asing dan menarik kembali investasi mereka, pemerintah dan otoritas pasar modal bisa mengambil beberapa langkah strategis:

  1. Penyediaan Insentif Investasi: Pemerintah dapat menyediakan insentif fiskal atau non-fiskal untuk investasi di sektor-sektor tertentu yang strategis dan berpotensi tinggi.
  2. Memperkuat Komunikasi Kebijakan: Transparansi dan prediktabilitas dalam kebijakan ekonomi adalah kunci untuk membangun kepercayaan investor. Pemerintah perlu memastikan bahwa semua kebijakan di komunikasikan secara efektif dan konsisten.
  3. Meningkatkan Kerjasama Regional: Melalui kerjasama dengan negara-negara lain di kawasan ASEAN, Indonesia bisa lebih menarik sebagai destinasi investasi yang stabil dan menguntungkan.